Pandemi Menjadi Kebangkitan Bagi "Perusahaan Logistik", Benarkah?

Pandemi Menjadi Kebangkitan Bagi “Perusahaan Logistik”, Benarkah?

Tidak dapat dipungkiri, pandemi Covid-19 yang telah mewabah di hampir seluruh negara dan membawa perubahan besar pada perekonomian dunia. Banyak industri yang hancur dan menukik tajam. Tidak sedikit perusahaan yang pada akhirnya terpaksa harus gulung tikar. Namun, di tengah kondisi ekonomi yang penuh dengan ketidakpastian ini, pandemi Covid-19 juga memberikan stimulus positif bagi sebagian sektor. Beberapa industri justru mengalami keuntungan dan berkembang pesat akibat pandemi, salah satunya adalah perusahaan logistik.

Dampak Terhadap Perusahaan Logistik

Pembatasan aktivitas masyarakat yang diberlakukan di berbagai kota membuat banyak toko dan pusat perbelanjaan terpaksa tutup. Masyarakat juga menjadi lebih takut untuk berbelanja secara langsung. Di tengah situasi yang sedemikian rupa, industri ritel pada akhirnya mulai beralih ke model transaksi digital. Masyarakat yang awalnya “terpaksa” untuk berbelanja online, pada akhirnya justru menjadi lebih suka untuk berbelanja secara online.

Fenomena tersebut juga berdampak pada penggunaan jasa pengiriman perusahaan logistik meningkat tajam. Hal ini terbukti sesuai dengan informasi yang dilansir dari kontan.co.id, survei yang yang dilakukan MarkPlus, Inc. mencatat 78% responden menyatakan frekuensi penggunaan jasa pengiriman barang mengalami peningkatan. 39% mengakui peningkatan yang signifikan, 39% lainnya mengakui peningkatan lebih sedikit.

Masih dari survei yang sama, ditemukan fakta bahwa 85,2% penggunaan jasa pengiriman barang ditujukan untuk mendukung pembelian di e-commerce. Bukan hanya e-commerce saja, 50,8% responden menyatakan bahwa mereka menggunakan jasa perusahaan logistik untuk mengirim barang belanjaan yang mereka beli dari tempat belanja online di media sosial.

Tantangan Perusahaan Logistik pada Masa Pandemi

Pandemi Covid-19 membawa angin segar bagi pelaku bisnis logistik. Dilansir dari katadata.co.id, Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) mencatat arus pengiriman barang mengalami pertumbuhan hingga 40% selama pandemi Covid-19. Namun, potensi bisnis logistik yang tinggi pada akhirnya memunculkan tantangan baru yang harus dihadapi. Banyak pelaku bisnis yang pada akhirnya tertarik dan mulai memasuki industri logistik. Hal ini menstimulasi persaingan bisnis yang semakin ketat antar perusahaan.

Untuk dapat tetap bertahan dan mampu bersaing di tengah situasi yang sedemikian rupa, para pelaku bisnis harus mampu meresponnya dengan strategi pengembangan dan inovasi. Perusahaan logistik harus dapat meningkatkan nilai bisnis mereka. Lalu pertanyaannya, apa yang dapat dilakukan untuk dapat meningkatkan nilai bisnis perusahaan logistik pada situasi saat ini?

Digitalisasi Bisnis, Solusi Memenangkan Persaingan di Tengah Pandemi

Dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih dan semakin cepatnya arus informasi, mewujudkan ekosistem pelayanan berbasis digital yang lebih praktis dan mudah diakses dapat menjadi jawaban atas pertanyaan tersebut. Terdapat banyak manfaat yang dapat diperoleh apabila perusahaan logistik melakukan transformasi digital pada bisnis mereka. Salah satunya adalah perusahaan dapat memonitor barang secara online, realtime dan akurat.

Digitalisasi juga memungkinkan pelanggan untuk dapat melihat proses pengiriman paket mereka. Hal ini tidak dapat terjadi jika perusahaan logistik menerapkan sistem yang konvensional. Dalam rantai pasokan dengan sistem konvensional, jaringan antara pemasok hingga proses produksi, distribusi dan pelanggan hanya bersifat linier. Pertukaran informasi dari berbagai titik dan daerah sulit dilakukan, sehingga pelanggan tidak dapat memantau secara real-time.

Digitalisasi perusahaan logistik juga menghasilkan arus informasi yang cepat. Kecepatan perpindahan data ini memungkinkan perusahaan untuk menerapkan sistem operasional yang jauh lebih efisien. Efisiensi yang dihasilkan dapat berdampak pada produktivitas sekaligus menurunkan biaya operasional. Integrasi layanan, efisiensi dan otomatisasi proses yang dihasilkan juga meringankan beban pekerjaan-pekerjaan teknis manajemen. Hal ini memungkinkan manajemen untuk dapat lebih fokus dalam berinovasi mengembangkan produk dan layanan baru yang akan meningkatkan nilai bisnis perusahaan.

Perusahaan logistik dapat memulai digitalisasi bisnis, salah satunya dengan DMS PrimaDoc. Aplikasi penyimpanan arsip yang memungkinkan setiap dokumen perusahaan untuk dikelola secara digital. Selain mempercepat pengelolaan, sistem penyimpanan digital juga dapat mendukung digitalisasi sistem perusahaan yang lebih menyeluruh. Misalnya jika perusahaan membangun sistem website dengan fitur tracking, aplikasi penyimpanan digital akan memudahkan proses pengiriman atau upload dokumen atau data perusahaan. Hubungi tim marketing PrimaDoc untuk berdiskusi lebih banyak tentang fitur-fiturnya! (Septiani)

Similar Posts