5 Contoh Penerapan Teknologi Digital Perusahaan Retail

5 Contoh Penerapan Teknologi Digital Perusahaan Retail

Pandemi virus corona yang mewabah di seluruh dunia sejak awal tahun 2020 memberikan pukulan telak pada perekonomian dunia. Salah satu sektor usaha yang paling merasakan imbasnya adalah industri retail. Banyak perusahaan retail di berbagai negara, termasuk Indonesia terpaksa gulung tikar..

Meskipun banyak yang mengalami kemunduran bisnis akibat pandemi, tidak sedikit yang dapat bertahan, bahkan mengembangkan bisnis mereka. Di antara mereka yang mampu bertahan bahkan berkembang di tengah hantaman ketidakpastian ekonomi karena pandemi adalah mereka yang mampu beradaptasi dan memanfaatkan teknologi.

Dalam aplikasinya, ada banyak inovasi dan pengembangan teknologi untuk mentransformasikan bisnis yang dijalankan. Berikut ini adalah 5 contoh transformasi digital yang dapat menjadi inspirasi bagi bisnis ritel untuk dapat beradaptasi seiring berkembangnya zaman!

 

  • Aplikasi Pemindai Lush

 

Pada akhir tahun 2018 sebuah toko di daerah Harajuku, Jepang, mengenalkan produk bath bomb (bom mandi). Itu merupakan produk sabun yang dapat larut dengan air dan mengeluarkan warna serta aroma tertentu.  Saat ini, ada banyak sekali variasi bentuk, warna dan aroma dari bath bomb.  Toko-toko di wilayah Harajuku biasanya memajangnya di etalase toko.

Untuk membantu pelanggan agar dapat memilih sabun yang sesuai dengan kesukaan dan kebutuhan, toko-toko Lush di Jepang meluncurkan aplikasi #LushLabs. Aplikasi tersebut akan memuat detail informasi variasi bath bomb yang dipindai, mulai dari nama, bahan, sifat, manfaat, hingga bagaimana reaksinya ketika bercampur dengan air. Inovasi ini ternyata memberikan experience bagi pelanggan, bahkan menjadi salah satu toko paling instagramable di dunia.

 

  • Speed Shop Nike

 

 Nike, salah satu raksasa merek dagang global membuka sebuah toko di wilayah New York bernama “Nike House of Innovation 000”. Sesuai namanya, toko ini dilengkapi dengan inovasi teknologi yang memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi pelanggan untuk berbelanja. Beberapa fitur yang disematkan adalah checkout instan menggunakan smartphone, yang mereka namai “speed shop”.

Fitur ini memungkinkan pelanggan dapat memilih barang yang ingin mereka cari via smartphone, dan barang sudah disiapkan di sebuah loker (dengan nama pelanggan). Loker tersebut berisi barang yang sudah dipesan sebelumnya oleh pelanggan melalui website. Dengan demikian pelanggan dapat merasa nyaman berbelanja melalui online, namun tetap bisa mencoba produknya di tempat.

 

  • AR Window Display

 

Teknologi ini diterapkan oleh salah satu brand fashion ternama dunia, Zara, pada toko-toko mereka. AR window display pada dasarnya merupakan pemasangan kaca etalase, yang mirip seperti di toko-toko baju pada umumnya. Alih-alih hanya memajang pakaian dengan manekin, Zara memberikan pengalaman bagi pengunjung untuk melihat baju tersebut dikenakan langsung oleh model yang bergaya di etalase toko mereka. Pengunjung hanya perlu membuka aplikasi Zara, dan mengarahkan kamera ke kaca etalase tersebut.

Fitur ini terbukti mampu menarik perhatian banyak pejalan kaki, yang membuat mereka seolah menghadiri pertunjukan model. Ini juga menjadi cara yang inovatif untuk mempromosikan serta memberikan gambaran pada pengunjung bagaimana tampilan mereka bila menggunakan pakaian yang dijual di dalam toko.

 

  • Boutique of Tomorrow

 

 Boutique of Tomorrow merupakan inovasi penerapan teknologi dalam sebuah toko yang dilakukan dua perusahaan asal Paris. Boutique of Tomorrow menggabungkan pengalaman belanja online dan offline bagi pengunjung.

Melalui suatu aplikasi, pengunjung dapat memilih berbagai jenis pakaian yang mereka minati kedalam keranjang belanja atau wishlist. Nantinya bila pengunjung tersebut datang ke toko, pihak toko dapat mengetahui identitas pelanggan dan barang apa saja yang ada di di dalam wishlist mereka. Bahkan pakaian-pakaian yang dipilih juga sudah siap di ruang ganti untuk dicoba oleh pengunjung langsung.

Tidak sampai disitu, cermin yang ada di ruang ganti pakaian juga dilengkapi dengan AR. Cermin ini mampu memberikan saran secara akurat tentang penataan rambut yang cocok dengan pakaian yang mereka coba.

 

  • Showroom VR

 

Biasanya membeli mobil dilakukan dengan mengunjungi dealer atau showroom di pusat perbelanjaan. Pilihan lainnya, pelanggan dapat mencari informasi produk di internet tentang jenis-jenis mobil berupa gambar atau video. Tapi, Audi menawarkan sebuah pengalaman membeli mobil yang berbeda. 

Menyiasati pandemi yang membuat konsumen lebih sulit untuk datang langsung ke dealer, Audi menghadirkan fitur menjelajah showroom melalui teknologi virtual reality (VR). Konsumen dapat melihat berbagai jenis mobil yang ada di showroom Audi dari manapun melalui teknologi VR. Tidak hanya itu, konsumen juga dapat mengkostumisasi desain eksterior dan interior mobil yang mereka minati. Bahkan pengunjung dapat merasakan momen spesial, seperti melihat balapan “Le Mans 24 hour” langsung dari pit stop Audi.

Teknologi digital yang diterapkan oleh perusahaan-perusahaan ritel di atas secara prinsip sebenarnya berorientasi pada hal yang sama. Namun, selain untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, perusahaan Anda juga perlu memperhatikan kemudahan untuk internal perusahaan. Hal mendasar yang penting untuk menunjang monitoring data perusahaan adalah dengan melakukan digitalisasi dokumen dan penyimpanan dokumen digital dalam aplikasi yang terintegrasi, sehingga lebih mudah, lebih cepat (instan) dan lebih fleksibel. Apalagi, untuk saat ini Anda dapat menggunakan layanan  penyimpanan dokumen berbasis digital dari PrimaDoc yang semakin banyak diminati oleh perusahaan retail. Dengan teknologi tersebut, tentu dapat memudahkan para pegawai untuk mengelola dokumen, dengan fitur yang lebih praktis, fleksibel membuat mereka bekerja lebih cepat. 

Ingin mengetahui lebih banyak tentang penyimpanan dokumen berbasis digital? Kunjungi bagian services atau hubungi tim marketing kami untuk penjelasan selengkapnya. (Pradana)

Tinggalkan Balasan