Inilah Strategi Menjadi "Perusahaan Logistik" Favorit Pelanggan

Inilah Strategi Menjadi “Perusahaan Logistik” Favorit Pelanggan

Pandemi Covid-19 yang mewabah pada awal tahun 2020 menjadi pukulan keras bagi perekonomian dunia, termasuk di Indonesia. Berbagai sektor industri mengalami kondisi sulit. Bahkan tidak sedikit yang terpaksa harus gulung tikar. Meskipun demikian, pandemi juga memunculkan peluang lebih besar bagi beberapa sektor bisnis, salah satunya bagi perusahaan logistik.

Bisnis Logistik Di Tengah Pandemi

Dilansir dari katadata.co.id, Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) mencatat bahwa arus pengiriman barang mengalami pertumbuhan hingga 40% selama pandemi. Peningkatan ini tidak terlepas dari kebijakan pembatasan aktivitas di berbagai daerah yang memaksa berbagai kegiatan dilakukan secara online, salah satunya adalah cara masyarakat berbelanja.

Seperti yang dilansir kontan.co.id, survei yang dilakukan MarkPlus, Inc menemukan bahwa 85,2% penggunaan jasa pengiriman barang atau logistik adalah untuk pengiriman paket barang dari transaksi di e-commerce. Hal ini tentu menjadi berkah tersendiri bagi perusahaan-perusahaan logistik di Indonesia.

Meskipun demikian, transaksi e-commerce bukanlah satu-satunya faktor yang menyebabkan meningkatnya penggunaan jasa logistik. Masih dari survei yang sama, 78% responden menyatakan bahwa mereka menjadi lebih sering menggunakan jasa logistik selama pandemi. Sedangkan 50,8% lainnya menyatakan lebih sering menggunakan jasa logistik untuk mengirim barang yang dibeli di media sosial.

Segmen Pasar Potensial Perusahaan Logistik

Berdasarkan fakta yang dipaparkan di atas, dapat disimpulkan bahwa transaksi online menjadi penyumbang terbesar peningkatan penggunaan jasa logistik. Itulah sebabnya, memahami segmen pasar yang paling sering melakukan transaksi online merupakan cara yang efektif untuk menganalisa target pasar paling potensial bagi perusahaan logistik saat ini.

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Kredivo dan  Katadata Insight Center, generasi Z dan milenial berkontribusi pada 85% transaksi di e-commerce. Data tersebut menjadi gambaran bahwa generasi milenial merupakan segmen pasar paling potensial bagi perusahaan logistik. Itulah sebabnya, memahami apa yang menjadi preferensi pasar generasi Z dan milenial menjadi hal yang sangat penting dalam penetapan strategi  yang tepat untuk bisnis perusahaan logistik.

Jika dianalisis lebih lanjut, generasi Z tumbuh dan berkembang bersama dengan teknologi. Kondisi ini memungkinkan mereka sangat mengenali dan terbiasa dengan teknologi digital sejak kecil. Kebiasaan yang dibangun sejak lama ini mendorong generasi Z cenderung untuk memilih layanan berbasis digital, yang menawarkan layanan lebih praktis dan mudah untuk diakses. Layanan konvensional yang berbasis manual dan menyulitkan cenderung mereka tinggalkan dan tidak diminati.

Strategi Perusahaan Logistik Dapat Disukai Pelanggan

Berdasarkan riset MarkPlus, Inc, 72% masyarakat menjadi lebih selektif dalam memilih jasa logistik. Kemampuan perusahaan logistik dalam meningkatkan nilai bisnis menjadi hal yang sangat vital dalam penentuan kemajuan sebuah perusahaan logistik. Lalu dengan kondisi masyarakat yang semakin melek dan tidak dapat lepas dari teknologi, bagaimana perusahaan logistik dapat memenuhi ekspektasi pasar?

Jawabannya mudah. Perusahaan logistik perlu mempertimbangkan strategi layanan digital agar menjadi pilihan favorit mayoritas pelanggan, khususnya generasi Z dan milenial. Penggunaan teknologi digital dapat menawarkan layanan logistik yang lebih modern, praktis dan mudah diakses. Terlebih jika perusahaan logistik dapat mewujudkan ekosistem digital yang terintegrasi dan saling mendukung antara bagian layanan dan internal, hal itu akan semakin memuaskan pelanggan.

Berikut beberapa manfaat yang dapat dinikmati dengan menerapkan digitalisasi sistem pada bisnis logistik Anda:

1. Akses layanan yang mudah

Digitalisasi layanan logistik memungkinkan perusahaan dapat memberikan informasi tentang jenis layanan dan jadwal pengiriman yang dapat diakses dengan mudah oleh pelanggan. Kemudahan akses tersebut bahkan tidak hanya sebatas pada informasi saja. Pelanggan juga dapat melakukan permintaan pick-up pengiriman barang melalui smartphone dari lokasi mereka.

2. Monitoring pengiriman

Memantau informasi pengiriman barang di setiap titik layanan merupakan hal yang juga penting dalam sebuah bisnis logistik. Bukan hanya bagi pelanggan, namun juga bagi perusahaan itu sendiri. Hal ini memudahkan manajemen mendeteksi potensi masalah yang terjadi, serta memudahkan pengambilan keputusan strategis yang berkaitan dengan operasional distribusi jika diperlukan.

3. Terciptanya sistem administrasi yang efisien

Digitalisasi juga memungkinkan pekerjaan administrasi yang dilakukan secara konvensional dapat dilakukan secara digital. Misalnya dengan penerapan digitalisasi arsip, hal tersebut dapat meringankan beban kerja administrasi serta memudahkan pengiriman informasi dan koordinasi antar pegawai bahkan antar kantor cabang.

Perusahaan kini dapat mewujudkan digitalisasi arsip dengan mudah karena telah tersedia layanan komprehensif seperti PrimaDoc. Bukan hanya menyediakan aplikasi penyimpanan arsip digital, PrimaDoc juga menyediakan berbagai layanan untuk mendukung proses transformasi digitalisasi arsip, seperti layanan alih media arsip. Dengan menghubungi tim marketing PrimaDoc, perusahaan dapat memperoleh dukungan bahkan mulai dari konsultasi awal untuk penerapan digitalisasi arsip. (Septiani)

Similar Posts